Bupati Taput Luncurkan Aplikasi “HUTA SEHAT” Percepat Penurunan Stunting

Pemkab Taput49 Dilihat

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, resmi meluncurkan aplikasi “HUTA SEHAT” (Hidup Unggul Tapanuli Utara, Sistem Elektronik Hapus Stunting). Kegiatan tersebut digelar di Sopo Partungkoan Tarutung, Selasa (28/10/2025).

Turut hadir Kepala Dinas PPKBP3A Taput, Donna Situmeang, perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dicky Eko Pranoto, para pimpinan OPD, camat, Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas, dan para kader pembangunan manusia serta operator verifikator dan approver Web Bangda se-Kabupaten Tapanuli Utara.

Aplikasi HUTA SEHAT merupakan hasil inovasi empat alumni Institut Teknologi Bandung (ITB): Andrew Ringgas Naoki Hutasoit, S.T., Diah Ayu Pratiwi, S.T., Juan Firdaus, S.T., dan Salomo Reinhart Gregory Manalu, S.T., yang bekerja sama dengan Dinas PPKBP3A Taput. Aplikasi berbasis WebGIS ini dirancang untuk mempermudah pengumpulan dan analisis data kondisi stunting di setiap wilayah Tapanuli Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Jonius Hutabarat menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap para pengembang muda tersebut.

“Luar biasa atas sumbangsih para generasi muda yang rela berkontribusi untuk mengembangkan aplikasi ini. Terima kasih kepada empat pemuda pelopor yang telah menghadirkan inovasi luar biasa ini bekerja sama dengan Dinas KB,” ujar Bupati.

Baca Juga:  Bupati Taput Meninjau Longsor di Adiankoting: Akses Taput–Tapteng Lumpuh Dua Hari

Ia menambahkan, kehadiran aplikasi tersebut sejalan dengan komitmennya untuk menurunkan angka stunting di daerah secara tepat sasaran melalui pendekatan berbasis data.

“Ini mendukung salah satu komitmen saya dalam pembangunan daerah, yaitu penurunan angka stunting dengan pendekatan berbasis data agar lebih efektif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap aplikasi HUTA SEHAT menjadi inspirasi bagi perangkat daerah lain untuk terus berinovasi. Ini contoh yang baik. Kita harapkan akan muncul banyak lagi inovasi dari perangkat daerah lainnya yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat, tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, menyampaikan rasa senang dan optimismenya setelah melihat langsung fitur aplikasi tersebut.

“Saya sangat senang melihat aplikasinya. Saya berharap kita bisa berkolaborasi dengan dinas lain seperti Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Catatan Sipil. Aplikasi ini akan lebih bermanfaat jika dapat memuat informasi yang lebih luas agar pengambilan kebijakan lebih tepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Melalui Ibadah Doa Bersama, Pemkab Taput Meneguhkan Semangat Warga dan Salurkan Bantuan

Ia juga menekankan pentingnya literasi digital bagi jajaran TP PKK hingga tingkat desa. Kita harus melek digital dan melek perkembangan zaman. Saya menantang TP PKK kecamatan dan desa untuk berlomba melengkapi data stunting di wilayahnya agar intervensi bisa lebih tepat dan terukur, tegasnya.

Dalam laporannya, Kepala Dinas PPKBP3A, Donna Situmeang, menceritakan awal mula kerja sama dengan para pengembang.

“Saat awal kami bertemu tahun lalu, mereka masih mahasiswa. Terima kasih karena tetap konsisten menyelesaikan aplikasi ini walau kini sudah menjadi alumni ITB,” ungkap Donna.

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi penggunaan aplikasi oleh para pengembang, dan acara peluncuran ditandai dengan penghitungan mundur serta pemukulan gong oleh Bupati Tapanuli Utara. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati juga menyerahkan cenderamata kepada para pengembang.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama seluruh peserta sebagai wujud komitmen bersama menuju Tapanuli Utara Bebas Stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *